Kembali

Bahan Tambahan Makanan : Kenali yang Aman dan Waspadai yang Berbahaya

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

Kenali yang Aman dan Waspadai yang Berbahaya

 

Apa itu Bahan Tambahan Makanan?

Saat kita membeli jajanan atau makanan kemasan, seringkali terdapat zat tambahan yang membuat makanan menjadi lebih awet, lebih enak, atau warnanya lebih menarik. Nah, zat itulah yang disebut Bahan Tambahan Makanan.



 

Contoh sehari – hari : roti yang tetap empuk selama beberapa hari, sirup berwarna merah cerah, atau keripik dengan rasa gurih yang lebih kuat.


Jenis – jenis Bahan Tambahan Makanan yang sering dipakai

Ø  Pengawet : supaya makanan tidak cepat basi. Contoh : Natrium Benzoat.

Ø  Pewarna : membuat makanan terlihat lebih cantik. Contoh : tartrazine (kuning).

Ø  Pemanis : membuat makanan terasa manis tanpa gula biasa. Contoh : aspartan, stevia.

Ø  Penyedap rasa : membuat makanan terasa gurih. Contoh : MSG.

Ø  Pengental dan pengemulsi : membuat tekstur makanan menjadi lembut dan rata. Contoh karagenan.

Mana yang berbahaya?

Tidak semua pewarna atau pengawet itu aman. Ada beberapa yang dilarang karena bisa merusak kesehatan, misalnya :

§  Rhodamine B (pewarna merah, biasanya dipakai untuk cat dan tekstil).

§  Methanil Yellow (pewarna kuning tekstil)

Apabila zat-zat tersebut masuk ke tubuh, bisa menyebabkan gangguan hati, ginjal bahkan risiko kanker.

Bagaimana cara kita menjaga diri?

ü  Pilih makanan dengan label izin edar BPOM

ü  Hindari makanan dengan warna mencolok berlebihan

ü  Biasakan baca komposisi di kemasan

ü  Untuk pedagang makanan, gunakan BTM yang diizinkan dan sesuai aturan dosis.

Ingat! Tidak semua BTM berbahaya! Tapi yang dipakai harus sesuai aturan ya.

Apabila masih ragu, lakukan pengujian bahan makanan di Laboratorium Kesehatan Kabupaten Magelang untuk memastikan keamanannya.